Rasa Berterima Kasih Mampu Membuat Seseorang Bahagia

Sejenak terpikir, terkadang seseorang baru akan merasa kehilangan ketika apa yang mereka pegang dekat di hati pergi begitu saja. Sebelum hal itu terjadi, mungkin mereka akan bersikap acuh atau pura-pura tidak peduli.

Dalam hal pertemanan, hal ini sering kali terjadi. Terlebih lagi pada seseorang yang memang susah untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan sebenarnya. Sehingga bagaimana mereka memperlakukan temannya sering kali dicap acuh, atau bahkan dingin. Mungkin mereka melihat diri mereka biasa saja dan menganggap bahwa memperlakukan teman-teman mereka seperti merupakan hal yang wajar. Terkadang, bersembunyi dibalik tameng “Ah, mereka kan teman gue. Mereka pasti ngerti lah gue orangnya emang kayak gini,” memang asyik. Tapi, tanpa disadari hal tersebut dapat membuat dirinya jauh dan merasa terasingkan di tengah-tengah perkumpulannya sendiri. Yang akhirnya memunculkan pikiran negatif baik dalam dirinya maupun diri teman-temannya. Ibaratnya seperti ada sesuatu yang tidak terlihat di tengah ruangan yang membuat perasaan mereka sangat berat. Memiliki pikiran seperti itu merupakan sesuatu yang sangat beracun. Hal ini dikarenakan pikiran seperti itu tidak saja menunjukkan bahwa mereka egois, tetapi juga tidak peduli dengan teman-temannya, sehingga dia merasa bebas untuk memperlakukan mereka seperti itu hanya karena itu ‘sifatnya’. Padahal, sifat dan pikiran seperti itu dapat dirubah. Terlebih ketika memikirkan soal teman, apa iya seseorang rela kehilangan orang-orang yang sangat berarti hanya karena mereka tidak ingin berubah?

Seperti apa yang dikatakan oleh Roy T. Bennett, seorang penulis buku The Light in the Heart, ketika seseorang tidak merasa berterima kasih atas apa yang mereka miliki, mengapa mereka harus merasa senang ketika mereka memiliki yang lebih? Sekecil apapun hal yang mereka miliki saja tidak membuat mereka senang, untuk apa mereka meminta yang lebih?

Meskipun perkara memiliki teman terlihat seperti suatu hal yang mudah, tetapi memiliki teman yang benar-benar berharga dan saling percaya sangatlah sulit. Memiliki seorang atau sekelompok teman tidak hanya dapat membuat seseorang merasa senang, tetapi mereka juga dapat dijadikan sebagai sebuah sistem pendukung dalam keseharian seseorang. Tidak jarang memiliki teman dekat dapat membuat seseorang tumbuh dan berkembang menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Sama seperti satu kata yang terdapat dalam sebuah unggahan foto di Twitter, “Be with someone who makes you grow.”

Hanya berbicara saja merupakan perkara yang mudah. Tetapi untuk menjalankannya butuh waktu yang cukup lama. Rasa percaya seseorang tidak serta merta langsung bisa didapat dalam satu detik pertama ketika baru pertama kali mulai berbincang. Maka dari itu, menunjukkan apresiasi sekecil apapun itu kepada teman yang selalu bersama setiap saat adalah hal terindah yang seseorang dapat berikan kepada teman mereka. Meskipun hanya melalui sebuah ucapan terima kasih dan tidak melalui pesta besar yang dipenuhi hadiah dan makanan mahal, tetapi apresiasi dalam bentuk apapun menunjukkan bahwa seseorang merasa sangat berterima kasih akan kehadiran teman mereka. Menunjukkan bahwa mereka berterima kasih karena teman-temannya telah mau menemani dirinya di kala senang dan susah, dan tidak pernah meninggalkannya. Salah satu cara unik dan mudah untuk memberi apresiasi kepada teman adalah dengan menulis surat kecil untuk mereka. Isi surat tidak perlu sesuatu yang sangat emosional dan panjang, cukup sesuatu yang unik yang hanya dimengerti oleh perkumpulan teman-teman.

Memiliki sifat yang mudah untuk mengapresiasi dan berterima kasih akan segala hal yang dimiliki tidak hanya akan membuat hubungan dengan teman-teman dan keluarga semakin baik, tetapi hal itu juga memiliki pengaruh terhadap keadaan mental seseorang. Mereka yang merasa berterima kasih akan apapun yang dialaminya setiap hari cenderung merasa lebih bahagia dan tidak terbebani oleh stres. Mereka merasa lebih mudah untuk mengontrol diri mereka, memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dari sebelumnya, dan dapat mengatasi suatu masalah lebih mudah ketika dihadapi dengan situasi yang berat.

Rasa berterima kasih dan apresiasi tidak hanya dapat ditujukan kepada orang-orang terdekat, tetapi juga bisa ditujukan pada diri sendiri. Beberapa cara untuk melakukannya di antaranya adalah dengan mengucapkan kata-kata positif sembari menghadap ke cermin setiap bangun tidur. Hal tersebut dapat membuat hari-hari semakin positif, dan tidak memberikan tempat untuk pikiran negatif. Selanjutnya, membuat sebuah buku catatan mengenai apa saja yang Anda rasa sangat berterima kasih dan apresiasi juga dapat membantu Anda merasa lebih bahagia dari sebelumnya.

Terakhir, jangan selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Terkadang ketika ada orang lain yang terlihat lebih sukses dan lebih maju hidupnya, seseorang akan merasa tidak percaya diri karena selalu membandingkan apa yang mereka punya dan apa yang orang lain punya. Padahal, hidup bukanlah sebuah perlombaan. Orang-orang memiliki jalur dan kecepatannya sendiri dalam kehidupan, sehingga apapun yang mereka lalui seharusnya memiliki makna tersendiri bagi dirinya yang bisa dibanggakan.