Makna Lebih dari Kata Mutiara Bahasa Jawa

Kata mutiara memang menjadi salah satu kata-kata yang banyak sekali di copy oleh para kaula muda saat sedang patah hati ( itu sekilas gambaran besarnya saja ya guys ). dari mulai yang menggunakan bahasa Inggris, bahasa Indonesia sampai bahasa lainnya pun sempat di unggah oleh sebagian orang. Namun, dalam hal ini kalian coba deh sesekali membuka beberapa kata mutiara yang menggunakan bahasa Jawa. Nantinya kalian akan merasa lucu dan juga akan jauh lebih semangat lagi deh mendengar kata mutiara dari bahasa Jawa ini.  

Pada dasarnya, orang-orang Jawa itu senang sekali menyempilkan adanya kelucuan dari beberapa ucapan yang ada. Namun, tidak hanya sekedar kelucuan saja akan tetapi juga sarat sekali akan makna yang tersirat di dalamnya untuk kalian bisa lebih jauh nantinya memaknai kehidupan yang kalian miliki. Kata-kata ini nantinya akan membawa sebuah efek lucu yang benar-benar akan ada makna besar di dalamnya.  

salah satu kata lucu berbahasa Jawa

Untuk kata-kata mutiara yang memakai bahasa Jawa ini pun, akan muncul dari adanya beberapa pepatah yang ada yakni dario pepatah orang tua, nasihat dari peran seorang tokoh, ataupun hanya sekedar lisan masyarakat yang ada. Kalimatnya tidak berat, malah terbilang unik dan juga humoris yang nantinya bisa dengan mudah kalian ingat kembali kata-kata mutiara tersebut.  

Kalau begitu, langsung saja kalian simak dengan baik-baik, apa saja kata mutiara berbahasa Jawa yang terlampirkan pada artikel yang ada di bawah ini ya guys.  

Melihat Isi Kata Lucu Dalam Bahasa Jawa  

Kuat yo pancen koe lakoni, nek ora kuat lungo wae nyambi ngopi… “ kalau kuat ya kalian pasti jalankan, kalau tidak kuat ya keluar saja sambil ngopi “, kira-kira seperti itulah salah satu contoh utamanya.  

~ Kata “ Criping Telo “  

Kalau di artikn ke bahasa Indonesia, ini memiliki arti Criping Telo = Keripik Singkong. Kalau masuknya kedalam kata mutiara cinta itu jadinya “ tresno mu pancen koyo criping telo. Isoh ambyar nek ora ati-ati le nggowo ne “..  

Yang dimaksudkan, kalian harus bisa benar-benar menjaga yang namanya kesungguhan cinta layaknya kalian menjaga satu buah keripik singkong yang gurih namun sangat rapuh. Jika nantinya kalian tidak hati-hati, maka semuanya akan remuk bahkan sampai hancur sehancur, hancurnya. Terlihat dari bahasanya akan lucu ketika kalian membacanya, namun sarat akan makna yang makjleb hehehe.  

~ Kata “ Upil “  

Upil guys bukan Upin ya hehehe.. Dimana, ada satu kata mutiara yang berbunyi kurang lebihnya “ ora usah dadi pengecut sing koyo upil, gelem’me umpetan wae ning ngisor bangku “. 

Jujur deh, diantara kalian ada pastinya yang mengupil lalu tanpa sadar menempelkan atau menyembunyikan adanya upil itu di bawah bangku atau sofa kalian ?.. hal ini pastinya jorok ya guys, namun jika di bedah memiliki arti yang besar.  

Jika kalian artikan, maka disini pesannya ialah kalian jangan menjadi orang yang pengecut dan hanya berani mengumpat saja bagaikan upil yang tadi disembunyikan di bawah bangku. Kira-kira seperti itulah artinya ya guys.  

~ Kata “ Cobaan “  

Kata yang satu ini pastinya sudah sering kalian dengarkan deh. Dimana, kutipan dari kata mutiara ini ialah “ urip pancen akeh cobaanne, lah iyo toh ? Nek pancen akeh saweran jenenge yo dangdutan “ 

Jika diartikan kembali, maka akan mengibaratkan untuk semua orang yang sudah menyadari akan sebuah kehidupan dimana berisikan langsung mengenai cobaan demi cobaan yang ada. Disini kalian bisa sampaikan setidaknya pada kawan kalian, kalau yang namanya hidup itu memang penuh sekali akan cobaan. Jika mau enak, ya coba saja kawan kalian suruh sawer di acara dangdutan, pasti enak hehehe.  

Melihat Isi Kata Bijak Bahasa Jawa  

~ Kata “ Wani urip mblangsak “  

Yang dimaksudkan ialah berani untuk hidup susah. Seperti kata bijak yang sudah kalian dengan dengan istilah “ witing trisno jalaran ……. lan witing mulyo jalaran ……. “ 

Kalian bisa melengkapi bukan kata bijak yang sudah ada sejak jaman dulu ?… dimana ini masuknya pada pepatah arif orang-orang terdahulu. Dimana, disini terdeteksi adanya cinta itu akan tumbuh dilantarkan adanya sebuah kebiasaan.  

Namun, dalam hal ini pada kelengkapan kata mutiara yang terakhir telah di modifikasi oleh sebagian orang menjadi Wani Rekoso, yang mana sarat makna itu akan membawa sebuah kemakmuran yang sudah timbul dikarenakan berani untuk sesusah terlebih dahulu barulah menikmati hasilnya.  

~ Kata “ Kelilipan “  

“ dadi uwong ki eling ndelok ngisor. Orasah kakehan ndangak, nek ora gelem kelilipan, ngko meh kapok “..  

Dalam artiannya sendiri mengajarkan langsung ke kalian semua, haruslah menjadi orang yang ingat dengan keadaan seseorang saat di bawah. Kalian jangan kebanyakan untuk dongak ( melihat keatas ) jika nantinya tidak ingin kemasukan sesuatu yang pada akhirnya kalian merasa kapok.  

Lebih jelasnya si, banyak orang yang sudah terlena dikarenakan rejeki yang melimpah namun, tidak pernah mau untuk melihat yang ada di bawahnya tersebut. Maka dari itu, jika tidak ingin mendapatkan nasib jelek berupa kelilipan ini ( bisa jadi keruntuhan ) maka harus saling mengingat satu sama lain.  

~ Kata “ Always Bersukur “  

Petuah dulu berbicara, setidaknya pada kata mutiara seperti ini “ sing lungo yo lalekno, sing durung teko yo entenono, na sing wis ono yo kudu koe syukurono “.. 

Yang dimana sudah memiliki arti, kebanyakan diantara kalian kalau bagi sebagian kalangan muda akan menunggu hal yang tak pasti dan susah mengucap syukur jika menerima rejeki dalam bentuk kecil bukan ?  

Nah, dalam hal ini kalian harus mengerti yang sebenarnya itu kalau sudah pergi harus bisa di lupakan dan jangan terlalu berharap untuk kembali lagi. Selanjutnya jika itu belum datang maka kalian bisa menunggunya. Dan terakhir jika sudah ada maka langsung kalian syukuri apa adanya.  

Melihat Isi Kata Lucu Bahasa Jawa  

~ Kata “ Lakon rabi, keri “ 

Ada yang salah guys ?… yap, dulunya kalian akan mendengar kata Lakon Menang Lan Keri , yang berarti pemenang biasanya akan jatuh pada babak terakhir. Nah, dalam hal ini langsung di modifikasi menjadi Lakon rabi, lan keri. Yang dimana kalian akan menikah sebagai tokoh utama ketika nantinya teman-teman kalian sudah pada menikah semua hehehe. Kalau gini, lama ya guys kalian punya momongannya hehehe.  

~ Kata “ Sego Kucing “ 

Tahukan yang namanya Sego Kucing ?.. biasanya nasi kucing ini di bungkus dengan bantuan karet bukan ?…  

Dalam hal ini, ada kata bijak yang lucu guys.. Dimana “ Kulo tanpa koe, pancen sego kucing ora di iket nganggo karet, soyo ambyar le “  

Artinya sendiri, jika kalian tanpa pasangan yang kalian cintai, maka bagaikan nasi kucing tanpa di ikat menggunakan karet yang akhirnya akan ambyar atau patah hati banget hehehe.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *